Sunday, October 23, 2005

ISLAM PROGRESIF-TRANSFORMATIF


Hal yang paling mendasar dalam soal bagaimana Islam dalam konteks kini mempunyai gerakan progresif-transformatif adalah (1) memahami sejarah peradaban di mana Islam awal turun dan di produksi. Di sini diandaikan adanya kajian kritis terhadap sejarah masyarakat Arab, baik dalam konteks kultural, sosial, ataupun antropologi masyarakatnya. (2) Menarik secara konseptual ideal-etik dari kesadaran Islam awal dengan segala sejarah yang melingkupinya melalui sejarah dan teks kitab suci, kemudian mewujudkan kembali dalam konteks kekinian Islam awal turun di dataran Arabia dengan realitas budaya dan tradisi yang beragam. Arab bagian selatan misalnya mempunyai tradisi petani, Arab tengah mempunyai tradisi perdagangan yang cukup baik, sedangkan bagian utara sebagiannya adalah masyarakat Badui (pedalaman). Mereka mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dan khas. Misalnya, masyarakat Badui berwatak keras, mempunyai ikatan solidaritas yang tinggi, tapi susah diatur; masyarakat petani mempunyai ketergantungan dan keterikatan dengan alam yang cukup tinggi; sedangkan masyarakat pedagang mempunyai kedisiplinan tinggi dengan perhitungan matematis, dan kurang mempunyai solidaritas terhadap kelompok-kelompok yang lain. Saat itu, kota Makkah yang menjadi medan gerakan Muhammad sebetulnya merupakan kawasan kosmopolit. Dalam konteks budaya kosmopolitan, Makkah telah merefleksikan beragam dampak dari budaya khas Arab: (1) kesenjangan kelas ekonomi, antara pedagang yang kaya dengan yang miskin, yang kemudian memproduksi beragam eksploitasi antargolongan yang berkepentingan secara ekonomi (2) tradisi barbarian seperti menundukkan (merazia) kelompok satu dengan yang lain atas dasar kepentingan ekonomi. Situasi historis ini harus kita baca secara kritis dengan pendekatan ilmu sejarah, yakni melihat epistem dan sosiologi masyarakat Arab waktu itu, kemudian analisis itu digunakan untuk melihat produk-produk kebijakan etis Islam.

Muhammad sebagai sosok yang membawa Islam, sebetulnya seorang aristokrat, tapi ia mampu melakukan perubahan dan pembebasan signifikan di Arab waktu itu, mengapa? Karena, ia telah mampu melakukan proses "transendensi intelektual" dalam melihat masyarakat dan sejarah. Ia perlu ke gua hira terlebih dahulu untuk bertafakur, tidak saja melihat apa yang terjadi sesungguhnya di masyarakatnya, tetapi memikirkan bagaimana melakukan aksi perubahan sekaligus membangun peradaban baru yang lebih baik. Proses transendensi intelekual itu kemudian melahirkan pembacaan kritis atas masyarakat. Dan pembacaan kritis kemudian melahirkan aksi penyadaran dan pembebasan. Ujungnya ia memberikan konsep-konsep dasar etis dalam tata masyarakat waktu itu. Yakni keselamatan dan kesejahteraan umat manusia. Ayat-ayat awal yang turun di Makkah dengan jelas merefleksikan hal itu.

Oleh karena itu untuk membangun Islam yang progresif, kita harus melakukan proses transendensi intelektual secara terus-menerus, membaca secara kritis sejarah dan kebudayaan masyarakat di satu sisi, dan teks kitab suci dalam konteks wacana dimana teks kitab suci itu diproduksi, di sisi yang lain. Yang pertama, kita mesti mampu membongkar ideologi-ideologi yang mengkonstruksi sejarah dan peradaban umat, kemudian memetakan bentuk-bentuk anomali yang terjadi, dan pada gilirannya sering melahirkan proses-proses eksploitasi dan emperialisasi (jangan dipahami secara fisik !) dalam bentuknya yang semakin canggih sekarang. Misalnya, imperialisasi gagasan, ide ataupun wacana, seperti ideologi modernisasi. Kondisi demikian bisa kita temukan jika kita mampu melihat masyarakat sebagai struktur diskursif dan dialektik.

Yang kedua, Islam sebagai sebuah konsep ideal-etik dalam konteks ini tidak lagi dirujuk pada teks-teks kitab suci secara literal—karena memang teksnya terbatas, dan telah mati, meminjam istilah Arkoun, dalam corpus resmi—tetapi harus beyond texs, dengan menggunakan model-model pembacaan yang produktif. Yakni model pembacaan yang mampu membongkar sesuatu yang tidak terpikirkan dan yang belum terpikirkan. Dalam konteks ini kita harus berani mengkonsepsikan bahwa semua teks kitab suci dalam makna literalnya adalah zanni, dan yang qath'i hanyalah nilai-nilai etik yang ada di dalamnya.

Dari dua jalur gerakan di atas, sebuah perubahan dan peradaban umat, seperti kata Nasr Hamid Abu Zaid, tidak hanya dikonstruksi oleh dunia teks—karena memang teks jika tidak dibaca akan "mati"—tetapi merupakan dialektika manusia dengan sejarah di satu sisi, dan pembacaan yang produktif atas teks kitab suci di sisi yang lain. Dengan demikian, ancangan epistemologis yang harus diambil umat Islam adalah tiga epistem mendasar seperti yang dipetakan Al-Jabiri: nalar bayani, burhani dan irfani.

Singkat kata, secara praksis, jika kita hendak mengusung Islam yang progresif, harus ada networking yang jelas membangun epistemologi keislaman kita. Bahwa Islam tidak harus diacukan pada konstruksi teks kitab suci yang sadar atau tidak sesungguhnya merupakan produk lima belas abad yang lalu dengan model paradigma masyarakat waktu itu. Tetapi menangkap ideal-etik yang menjadi landasannya jauh lebih signifikan dalam konteks sekarang. Dengan demikian, Islam tidak saja melakukan pembebasan tetapi juga membangun tata kehidupan yang berperadaban. Di sini tentu mengandaikan adanya keharusan pemihakan yang tegas umat Islam: pada kemanusian, kebebasan, keadilan yang bersifat universal. Semua itu, sekalagi bukan tergantung pada bentuk literal teks kitab suci, tetapi pada bagaimana epistem dan gerakan manusia-manusianya yang selama ini mengimani Islam, sebagai agama yang memberikan kerahmatan bagi sekalian alam.

Hudan Mudaris (hudanmuda@gmail.com)

Sunday, October 16, 2005

Curriculum Vitae

Current Status

Name : Hudan Mudaris
Date of Birth : July 13th , 1982
Place of Birth : Demak, Central Java
Marital Status : Not Married
Home address : Tompeyan TR III/133 Yogyakarta
Home phone : 085-6291-8190
E-mail :hudanmuda@yahoo.com, yogya05@hotmail.com


Business Address
LINTAS foundation
Jl. Tompeyan TR III/133 Yogyakarta
Phone/Facs.: 0274-516440/0274-516440
E-mail: lintas_yk@yahoo.com

Education
1989-1994
Madrasah Ibtidaiyah (Elementary School) Kuripan II karangawen Demak central Java

1994-1997
Madrasah Tsanawiyah (Junior High School) Karangawen Demak Central Java

1997-2000
SMU (Senior High School) 2 Semarang Central Java

2000-…
Shari’ah Faculty of UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta


Personal Profile

Iam reliable, well organized, young author in Islamic Studies, and used to working on my own initiative. Iam able to prioritize my workload. I am comfortable working on my own or as part a of team.


Key Skill

A good researcher in Islamic studies, namely Islamic Banking, Islamic Law.
Able to teach in Islamic studies course (Introduction to Islamic Studies, Islamic banking, Discourse in Islamic Thougt, Islamic Movemenet Discourse)
A good assistant research.
Self motivated
Good problem solver

Languages

Advanced Reading, writing, and speaking: Indonesian, Arabic, English, Javanese.


Publications:

Books:

1. 2005, (as translator) Kasih Putih (Hak-Hak Anak dalam Islam) [children right in islam], Yogyakarta: UII press, (forthcoming).
2. 2004, (as translator), Seksualitas Arab; Relasi laki-laki dan perempuan Dalam Masyarakat Madinah, (Yogyakarta: Pustaka Marwa).
3. 2003, (as editor), Menebar Virus Kemanusiaan, (Yogyakarta: The Humanity Inst).


Articles:

4. April, 2005, ”Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia; Dari Ideologi untuk Aksi” M.M Advokasia No. 11/tahun XI/2005.
5. Desember, 2004, “Memotret Bank Syariah Dari Masa ke Masa” Jurnal As-Syir’ah Vol. 38 No. II, Th. 2004
6. Juni, 2004, “ Agama dan Budaya; Kasus Masyarakat Mlangi” esai Contest CRCS UGM-LIPI.
7. Oktober, 2003, “Peran BI dalam mendukung Perekonomian Bangsa” Writing Contest Bank Indonesia Yogyakarta.
8. Februari, 2003, “Menolak Diskrimasi Etnis” Esai Contes Sinology Center Yogyakarta Muhamadiyah Univercity.
9. Desember, 2002, “Stigmatisasi dan diskriminasi Terhadap HIV/AIDS” Writing Competition AIDS Day PKBI Yogya.
10. Oktober, 2002, “Potret Moralitas dalam Bermasyarakat dan Bernegara Dewasa ini” Esai Contest in Toyota Astra Foundation
11. April, 2002, “Peran Wanita Dalam Era globalisasi” Esai Contest kartini Day DIY.
12. Maret, 2002, “Penegakan HAM di Era Transisi” 2nd winner Esai Contest HAM in UII Yogyakarta.
13. Oktober, 2001, “Mahasiswa dan tradisi Menulis” Esai Contest Toyota astra Foundation.
14. 2001, “Reposisi BI Dalam Perspektif Sistem Ekonomi Islam” paper on Economics shariah Writing Competition Forum studi Islam UI.
15. September, 2000, “Menanti Renaisans Kaum Mujtahid” Juara harapan I Lomba resensi Buku untuk remaja Hari aksara Internasional
16. November, 3, 2000, “Simbolisme Keberagamaan Penguasa”, (book review) Kompas
17. November, 16, 2000, ”Dakwah Kemanusiaan dalam Masyarakat Majemuk (Refleksi Milad XI Kordiska)” Radar yogya.
18. November, 26, 2000, ”Menata Manajemen Kekuasaan” (book review) Media Indonesia.


Professional Record

1997
Training on Writing and Research for Santri in Demak (LP3ES Jakarta)

1998
Training for Motivator of Community Development and Protection of Rural Consumer in Semarang (P3M and YLKI Jakarta)

1998
Training Journalistic for Santri in Semarang central Java (P3M Jakarta)

1998
Strategic Planning for Youth Organization in Semarang held by ROHIS Semarang

1999
National Training on Student Journalistic Photograph in Universitas Jendral Soedirman Purwokerto

2000
National Journalistic Training in IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta

2000-2004
Involved in various seminars, workshops, training are related to journalism and women rights promotion, in local and national level

2003
Involve in International Seminar on Islamic Organization and Civil Society, held by Ahmadiyah Indonesia-CRCS UGM Yogyakarta.

2003
Editor of book of ‘Menebar Virus Kemanusiaan’ published by The Humanity inst Yogyakarta.

2004
Translator of book of ‘Seksualitas Arab’ published by pustaka marwa Yogyakarta (fort coming)

2005
Translator of book of ‘Hak-hak anak Dalam Islam’ published by UII Press Yogyakarta with CEMETI Writer’s Syndicate (fort coming)


Honorary and Professional Organizations

2001-2002
Coordinator of Publishing and Information Division of KORDISKA IAIN Sunan kalijaga Yogyakarta

2001-2002
Chief Editor of Newsletter 'KINASIH' published by KORDISKA UIN Sunan Kalijaga in Yogyakarta

2002-2003
Coordinator of Information Division of eLSTra (Lintas Studi Transformatif) in Yogyakarta

2002-2003
Member of Facilitator Team of Civic Education for Student held by PMII (Indonesian Islamic Student Movement) Shariah Faculty IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

2003-2004
Chairman of Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan MU-KUI Shariah faculty UIN Sunan Kalijaga

2001-2002
Chief Editor of Magazine "RAFSYA" published by PMII IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta

2002
Reporter of Student Magazine "ADVOKASIA" IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta

2003-2004
Volunteer of eL-SAK Foundation Jogjakarta

2003-2004
Member of Communication Forum of Student Shariah Faculty

2003-2004
Columnist in Charge of Student Magazine "ADVOKASIA" IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta

2003
Member of Gender Sensitive Reseach Program for Student in cooperation with PSW UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

2002
Coordinator Gender Sensitivity Training Program for Pesantren Communities ijbar nikah Jogjakarta.

2002-2004
Chief Editor of Newsletter "LATAR” Published by eLSTra Jogjakarta

2002-untill now
Member of Networking of Advocating for Transparent and Participate Public Policy in Jogjakarta

2003-untill now
Member of Networking of Non Government Organization for Democratization in Rural Government

2004-
Executif Director of LINTAS Foundation Jogjakarta